This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 18 Desember 2016

Penyakit Yang Mengintai Selama Musim Banjir

Selama musim hujan, bukan barang baru lagi kalau beberapa daerah di Indonesia langganan banjir. Sejumlah penyakit pun rawan berjangkitan, seperti beberapa Penyakit Yang Mengintai Selama Musim Banjir berikut ini.

penyakit yang mengintai selama musim banjir


Penyakit Yang Mengintai Selama Musim Banjir - Tak peduli seberapa tinggi genangannya, luapan air banjir bisa tercemar oleh berbagai organisme penjangkit penyakit, termasuk bakteri usus seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella; Hepatitis A Virus; dan agen pembawa tifus, paratifoid dan tetanus. Dikutip dari studi oleh Dr. Supakorn Rojananin, M.D., kepala deputi Fakultas Kedokteran sekaligus rekanan profesor di Mahidol University, air genangan dari banjir di Jakarta Timur Januari 2005 lalu mengandung koloni bakter E. coli dan virus enterik Hepatitis A dua kali lipat lebih tinggi daripada air sungai biasa.

Virus, kuman, dan bakteri ini merupakan hasil dari polutan rumah tangga dan pertanian atau limbah industri berbahaya, seperti air selokan, sampah makanan, kotoran manusia dan hewan, bangkai, pestisida dan insektisida, pupuk, minyak, asbes, bahan bangunan berkarat, dan sebagainya.

Penyakit yang harus Anda waspadai selama musim banjir

Berikut adalah daftar penyakit yang harus Anda waspadai selama musim banjir :
  • Diare
Diare karena infeksi tersebar luas di seluruh negara berkembang. Diare berat berpotensi fatal dan memerlukan bantuan medis sesegera mungkin akibat miskinnya cairan dan nutrisi tubuh yang terbuang dalam jumlah besar bersama cairan diare — terutama pada bayi dan anak-anak, orang-orang yang kekurangan gizi, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahunnya ada hampir dua juta anak di seluruh dunia, kebanyakan di bawah usia 5 tahun, meninggal akibat diare. Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bertanggung jawab untuk 8,5% dari angka kematian ini.
Gejala diare bervariasi, mulai dari sakit perut singkat dengan kotoran BAB yang tidak terlalu encer hingga kram perut yang disertai konsistensi feses yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya dapat mengalami demam dan kram perut hebat. Cairan diare dapat bercampur dengan lendir dan darah.
  • Demam berdarah
Demam berdarah (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Bayi dan anak-anak yang terjangkit DB mungkin mengalami demam dengan ruam. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengalami demam demam ringan, atau penyakit demam tinggi melumpuhkan yang timbul mendadak, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam.
Dilansir dari Kemenkes RI, dalam beberapa tahun terakhir, kasus demam berdarah lebih sering ditemukan di musim pancaroba, khususnya di awal tahun bulan Januari. Selama kurun waktu 2013-2014, ada 184.179 kasus DB di Indonesia dan 1.500 di antaranya meninggal dunia. Terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi se-Asia Tenggara.
  • Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan oleh hewan. Sumber utama penularan leptospirosis di Indonesia adalah tikus. Penyakit ini adalah satu-satunya infeksi rawan epidemi wabah yang dapat ditularkan secara langsung melalui air yang tercemar. Bakteri memasuki tubuh lewat kulit, melalui luka memar dan terbuka atau melalui mata yang bersentuhan dengan air kotor genangan banjir.
Gejala leptospirosis dapat berkisar dari sakit kepala ringan, nyeri otot, dan demam hingga pendarahan hebat di paru-paru. Dalam beberapa kasus, bisa tidak muncul gejala sama sekali. Jika tidak segera diobati, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang), penyakit pernapasan, gagal hati, dan bahkan kematian. Data terakhir dari Kemenkes, hingga November 2014, ada 435 kasus dengan 62 kematian akibat leptospirosis.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, atau paru-paru. Gejala utama dapat berupa gejala flu umum, batuk dan demam yang dapat disertai sesak napas atau nyeri dada.
Biasanya infeksi ini disebabkan oleh virus, bakteri atau organisme lain yang datang dari lingkungan tak sehat. ISPA bisa dengan mudah ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara, dan lainnya.
  • Malaria
Genangan air disebabkan oleh hujan deras atau luapan sungai dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak nyamuk, dan karena itu meningkatkan potensi paparan dari populasi korban bencana dan tenaga sukarelawan terhadap infeksi seperti demam berdarah, Japanese encephalitis, dan malaria.
Gejala malaria termasuk demam, menggigil dan kelelahan. Jika tidak diobati, malaria dapat berakibat fatal karena mengganggu pasokan darah ke organ vital. Kabar baiknya, permasalahan malaria di Indonesia saat ini cenderung menurun lumayan drastis. Pada tahun 2010, di Indonesia terdapat 465.764 kasus positif malaria dan angka ini dilaporkan menurun pada tahun 2015 menjadi 209.413 kasus. Selain itu, sekitar 74% penduduk Indonesia kini hidup di daerah bebas penularan malaria.
  • Demam tifoid (tipes)
Sekadar mengingatkan, demam tifoid (tipes) tidaklah sama dengan tifus yang selama ini kita pahami. Demam typhoid (tipes) adalah infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dalam feses atau kotoran binatang, yang menginfeksi manusia melalui air dan makanan yang tercemar. Tifus adalah penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia, tidak ada di Indonesia.
Demam tifoid biasanya ditandai dengan sakit kepala, mual, demam berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, bahkan diare. Berdasarkan data Kemenkes, angka penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81% per seratus ribu jiwa.
Selain enam penyakit di atas, penyakit lain yang harus Anda waspadai termasuk hipotermia, tetanus, Hepatitis A, penyakit kulit, alergi, penyakit yang dibawa oleh kutu dan tungau, hingga perburukan penyakit kronis yang mungkin sudah diderita. Selain itu, daerah banjir mungkin berisiko bahaya kesetrum atau kebakaran akibat aliran listrik korslet.

Nah, itulah  berbagai Penyakit Yang Mengintai Selama Musim Banjir. Untuk itu anda perlu waspada, agar tidak terjangkit penyakit-penyakit diatas.

Penyakit Yang Mengintai Selama Musim Banjir

Senin, 12 Desember 2016

Penyebab Sering Menguap Saat Berolahraga

Terkadang beberapa orang merasa ada hambatan saat berolahraga seperti rasa mengantuk yang berat. Mengantuk saat atau setelah olahraga ternyata memberikan dampak yang sangat serius untuk tubuh. Ketahui Penyebab Sering Menguap Saat Berolahraga
 

penyebab sering menguap saat berolahraga

Penyebab Sering Menguap Saat Berolahraga - Saat kita melakukan aktivitas olahraga bisa saja kita tiba-tiba menguap dan hal tersebut mungkin terlihat aneh. Tetapi sebetulnya tidak aneh sebab beberapa orang mungkin pernah mengalami akan hal tersebut. Ada hal menarik yang perlu untuk kita ketahui yaitu adalah tidak seorangpun tahu akan penyebab mengapa orang tiba-tiba saja menguap saat melakukan kegiatan olahraga.

Kegiatan dan aktivitas seperti menguap saat melakukan aktivitas olahraga masih menjadi hal misteri terutama adalah di dunia medis. Para ahli menduga bahwa hal tersebut adalah merupakan tanda bahwa tubuh kita membutuhkan banyak oksigen. Menguap bisa muncul dan terjadi tiba-tiba. Ada juga menurut dari para ahli mempunyai kepercayaan bahwa menguap adalah merupakan cara tubuh untuk bisa membangkitkan energi atau saat sedang menghadapi sebuah kondisi yang sulit.

Secara fisik, menguap juga akan bisa mendorong tekanan darah serta laju detak jantung. Ada dokumentasi yang juga bisa memberikan gambaran saat para prajurit menguap sebelum latihan perang.

Tentu saja jika anda mengalami kekuatan waktu tidur makan anda akan dengan mudah juga bisa menguap. Sementara jika saat kita melakukan aktivitas olahraga waktu pagi hari atau malam hari maka menguap juga bisa saja terjadi adalah karena saat energi berada pada titik lemah. Dilansir dari halaman prevention, menguap tanpa henti juga bisa menjadi masalah detak jantung serta tekanan darah.

Berikut penyebab menguap saat sedang olahraga

 

  •  Dehidrasi

Kurang minum sebelum memulai olahraga, saat olahraga dan setelah olahraga bisa membuat Anda merasa sangat mengantuk. Hal ini disebabkan karena tubuh kehilangan fungsi cairan saat olahraga dan tubuh Anda mengeluarkan banyak keringat. Ketika tubuh kekurangan air maka tubuh juga akan kehilangan elektrolit yang membuat kondisi tubuh menjadi lebih lemah. Selain merasa mengantuk maka tubuh juga bisa merasa mual dan sakit kepala.

  • Teknik pernafasan yang buruk

Cara pernafasan yang buruk selama  berolahraga juga bisa menyebabkan rasa mengantuk yang sangat berat. Pernafasan yang terlalu cepat atau terlalu lambat saat berolahraga akan membuat tubuh Anda menjadi lebih lemah. Jika bernafas terlalu cepat maka tubuh akan terasa lebih lelah, sementara jika Anda bernafas terlalu lambat maka bisa membuat Anda merasa sakit kepala. Karena itu pernafasan yang baik harus diatur untuk menghindari rasa lelah dan mengantuk saat berolahraga.

  • Olahraga berlebihan

Beberapa orang memang bisa berolahraga secara teratur dengan tehnik yang baik. Namun berolahraga terlalu berat juga tidak baik untuk tubuh. Tubuh sebenarnya membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga dan metabolisme yang baik. Jika olahraga terlalu dipaksakan maka bisa membuat tubuh menjadi tidak segar. Rasa mengantuk lebih banyak disebabkan karena tubuh Anda memang benar-benar lelah dan butuh istirahat.

  • Tubuh tidak bugar

Ketika tubuh sedang dalam kondisi yang tidak bugar atau sakit maka bisa membuat rasa mengantuk saat berolahraga. Tubuh banyak menggunakan tenaga dari karbohidrat dan cadangan gula dalam darah. Tubuh yang tidak bugar mungkin tidak mempunyai kedua hal ini. Hal ini bisa membuat tubuh menjadi sangat lelah dan kemudian rasa mengantuk menyerang saat berolahraga.

  • Gula darah sangat rendah

Ketika tubuh sedang berolahraga maka membutuhkan cadangan gula darah dalam tubuh sebagai sumber tenaga. Namun jika tubuh tidak mempunyai cadangan glukosa dalam jumlah yang cukup maka bisa menyebabkan rasa lelah, pusing dan mengantuk. Kondisi ini sering disertai dengan beberapa gejala seperti denyut jantung yang meningkat, mual dan tubuh gemetar.

  • Kurang Tidur

Sebelum olahraga memang sebaiknya tubuh dalam kondisi yang segar dan istirahat yang cukup. Namun beberapa orang memaksa tetap berolahraga setelah pulang bekerja. Terkadang beberapa orang tetap berolahraga setelah mereka kurang tidur pada hari-hari sebelumnya. Hal ini bisa membuat tubuh merasa lemah, lelah dan mengantuk saat olahraga. Kebiasaan yang buruk ini bisa membuat tubuh menjadi tidak stabil dan memicu serangan jantung.

  • Diabetes 

Diabates bisa menjadi salah satu pemicu rasa mengantuk berlebihan saat berolahraga. Diabetes merupakan kondisi kadar gula yang terlalu tinggi dalam tubuh akibat tubuh kekurangan hormon insulin. Sebenarnya kadar gula darah bisa menjadi sumber energi saat berolahraga, tapi karena jumlahnya yang berlebihan maka bisa membuat tubuh menjadi lebih lemah. Bahkan setelah berolahraga maka tubuh akan tetap lemah karena jumlah insulin yang tidak tercukupi.

  • Anemia

Tubuh yang kekurangan zat besi bisa terasa sangat mengantuk saat berolahraga. Anemia adalah kondisi tubuh ketika tidak memiliki zat besi dalam jumlah yang cukup. Zat besi adalah tenaga untuk sel darah yang berfungsi untuk mengalirkan oksigen dan sari-sari makanan ke semua bagian tubuh. Jika zat besi sangat rendah maka bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan sari makanan yang cukup. Proses inilah yang membuat tubuh akan merasa sangat mengantuk saat berolahraga. Bagi orang yang menderita anemia dan ingin melakukan olahraga secara teratur bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi super tinggi untuk menjaga kesehatan.

  • makan sebelum olahraga

Terlalu banyak makan sebelum berolahraga juga bisa membuat tubuh Anda menjadi sangat lemah. Ketika tubuh menerima banyak makanan maka membutuhkan insulin dalam jumlah yang banyak untuk memecah kadar gula dalam tubuh. Kebutuhan insulin yang berlebihan sering menyebabkan tubuh mengantuk sementara jumlahnya bisa tercukupi atau tidak. Hal ini bisa membuat tubuh menjadi sangat lemah dan mengantuk.

  • Minum obat sebelum olahraga

Obat antidepressan yang diminum sebelum olahraga akan membuat tubuh memberikan reaksi mengantuk saat digunakan untuk berbagai aktifitas. Sebenarnya minum obat sebelum olahraga memang bisa berbahaya untuk tubuh karena bisa menyebabkan cedera dan sistem metabolisme yang buruk. Karena itu sebaiknya tidak minum obat sebelum olahraga atau tunda waktu olahraga.

Olahraga bertujuan untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat. Mengantuk dan menguap adalah kondisi yang paling sering terjadi selama berolahraga. Sebaiknya mulai sekarang pertimbangkan penyebab yang mungkin terjadi dan lakukan pencegahan terbaik. Sekian informasi mengenai penyebab sering menguap saat berolahraga. Terima kasih, semoga bermanfaat..




Penyebab Sering Menguap Saat Berolahraga